Mutamatsilaan, Mutaqaribaan, dan Mutajaanisaan
Definisi & Hukum Bacaan
- Mutamatsilaan: Bacaan yang memiliki huruf yang sama dan berurutan. Hukum bacaan ini menuntut kita untuk memanjangkan bacaan dengan cara yang benar.
- Mutaqaribaan: Bacaan yang memiliki huruf yang hampir sama, tetapi berbeda dalam satu titik atau harakat. Bacaan ini juga perlu diperhatikan agar tidak salah dalam pemanjangan.
- Mutajaanisaan: Bacaan yang memiliki huruf yang berbeda tetapi memiliki sifat yang sama, seperti dua huruf yang sama-sama berharakat sukun. Hukum bacaan ini juga mengharuskan kita untuk membaca dengan benar sesuai dengan aturan tajwid.
Cara Membaca
- Mutamatsilaan dibaca dengan cara memanjangkan huruf yang sama selama dua hingga enam harakat, tergantung pada konteks dan aturan bacaan.
- Mutaqaribaan dibaca dengan memperhatikan perbedaan yang sangat halus antara huruf, tetap menjaga kejelasan dan ketepatan suara.
- Mutajaanisaan perlu dibaca dengan penekanan pada sifat yang sama dari huruf yang berbeda, sehingga tetap terdengar jelas.
CONTOH-CONTOH LENGKAP
-
Mutamatsilaan:
- Contoh:
- آية الكرسي (Ayat Al-Kursi)
- Arab: اللهُ لا إلهَ إلّا هُوَ الحَيّ القَيّومُ
- Latin: Allahu la ilaha illa huwa al-hayyul qayyum.
- آية الكرسي (Ayat Al-Kursi)
- Contoh:
-
Mutaqaribaan:
- Contoh:
- Surah Al-Fatihah (1:1)
- Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
- Latin: Bismillahir-Rahmanir-Rahim.
- Surah Al-Fatihah (1:1)
- Contoh:
-
Mutajaanisaan:
- Contoh:
- Surah Al-Baqarah (2:2)
- Arab: ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛفِيهِ
- Latin: Dhalika al-kitabu la raiba fihi.
- Surah Al-Baqarah (2:2)
- Contoh:
Dengan memahami ketiga jenis bacaan ini, kita dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an dan memperdalam pemahaman kita tentang tajwid.