Khazanah Tajwid

Hukum Mim dan Nun Tasydid

Pelajari kaidah dan cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Daftar Pembahasan

1

Pembahasan

Definisi & Hukum Bacaan
Hukum Mim dan Nun Tasydid adalah hukum yang berkaitan dengan bacaan huruf mim (م) dan nun (ن) yang memiliki tanda tasydid (شدة) di atasnya. Hukum ini mengharuskan kita untuk melafalkan huruf tersebut dengan penekanan yang lebih kuat dan panjang dibandingkan dengan huruf yang tidak memiliki tasydid.

Cara Membaca
Ketika menjumpai huruf mim atau nun yang disertai dengan tasydid, kita harus:

  1. Membaca huruf tersebut dengan tegas dan jelas.
  2. Mengulangi bunyi dari huruf tersebut selama dua harakat.
  3. Memastikan bahwa suara yang dihasilkan terdengar lebih kuat dan tegas.

CONTOH-CONTOH LENGKAP:

  1. Ayat Al-Qur'an:

    • فَإِذَا نَفَخَ فِي الصُّورِ نَفَخَةٌ وَاحِدَةٌ
      (Faidza nafakha fi as-sur nafakhatun wahidah)
    • Pada kata نَفَخَ terdapat huruf nun dengan tasydid.
  2. Ayat Al-Qur'an:

    • إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
      (Inna a'tainaka al-kawthar)
    • Pada kata إِنَّا terdapat huruf nun dengan tasydid.
  3. Ayat Al-Qur'an:

    • مَا أَشْهَدْتُهُمْ
      (Ma ashadthum)
    • Pada kata مَا dan أَشْهَدْتُهُمْ terdapat huruf mim dan nun dengan tasydid.
  4. Ayat Al-Qur'an:

    • يَأْتِي مَنْ يَشَاءُ
      (Yati man yasya)
    • Pada kata يَأْتِي terdapat huruf mim yang dibaca dengan tasydid.

Dengan memahami hukum ini, kita dapat membaca Al-Qur'an dengan lebih baik dan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

Rujukan: Tuhfatul Athfal
2

Pembahasan

Definisi & Hukum Bacaan
Hukum Mim dan Nun Tasydid adalah hukum yang berkaitan dengan bacaan huruf Mim (م) dan Nun (ن) yang diikuti dengan tasydid (menggandakan huruf). Dalam hukum ini, ketika terdapat huruf Nun atau Mim yang memiliki tanda tasydid, maka bacaan harus dilakukan dengan menekankan huruf tersebut.

Cara Membaca
Cara membaca Nun dan Mim Tasydid adalah dengan memberikan penekanan pada huruf tersebut dan menyuarakannya dua kali. Hal ini memberikan kesan yang jelas bahwa huruf tersebut adalah huruf yang harus dibaca dengan lebih kuat dan berulang.

CONTOH-CONTOH LENGKAP

  1. Contoh Bacaan Nun Tasydid

    • Ayat: وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
    • Latin: Wa innaka la'ala khuluqin 'azhim
    • Huruf Nun pada kata إِنَّكَ dibaca dengan penekanan.
  2. Contoh Bacaan Mim Tasydid

    • Ayat: إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا
    • Latin: Innama yu'minu bi ayatina alladhina idza dhukkiru biha
    • Huruf Mim pada kata إِنَّمَا dibaca dengan penekanan.
  3. Contoh Bacaan Nun Tasydid dalam Surat Al-Mudathir

    • Ayat: يُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ
    • Latin: Yu'thiruna 'ala anfusihim
    • Huruf Nun pada kata يُؤْثِرُونَ dibaca dengan penekanan.
  4. Contoh Bacaan Mim Tasydid dalam Surat Al-Anfal

    • Ayat: فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ
    • Latin: Fi qulubihim maradun
    • Huruf Mim pada kata مَّرَضٌ dibaca dengan penekanan.
  5. Contoh Bacaan Nun Tasydid dalam Surat Al-Baqarah

    • Ayat: وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ
    • Latin: Wa la takunu kalladhina nasu Allah
    • Huruf Nun pada kata نَسُوا dibaca dengan penekanan.

Dengan memahami hukum dan cara membaca Nun dan Mim Tasydid, diharapkan pembaca dapat melafalkan Al-Qur'an dengan lebih baik dan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

Rujukan: Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah