Definisi & Hukum Bacaan:
Hukum Lam Sakinah adalah hukum yang berlaku pada huruf lam yang tidak berharakat (sakin) dan terletak di awal lafadz. Sedangkan Lam Ta’rif adalah huruf lam yang digunakan untuk mendefinisikan sesuatu dan biasanya diikuti oleh kata benda. Hukum yang berlaku pada Lam Ta’rif adalah hukum bacaan yang berbeda tergantung pada kata yang mengikutinya.
Cara Membaca:
- Lam Sakinah dibaca dengan cara mengeluarkan suara dari tenggorokan tanpa menggerakkan lidah.
- Lam Ta’rif dibaca dengan memperhatikan hukum yang mengikutinya, apakah harus dibaca dengan tebal (ghunnah) atau tipis.
CONTOH-CONTOH LENGKAP:
-
Lam Sakinah:
- Dalam lafadz "مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ" (Maaliki Yaumiddin) pada Surah Al-Fatihah ayat 4, huruf lam pada kata "مَالِكِ" dibaca sakinah.
- Lafadz "رَبِّكَ" (Rabbika) dalam Surah Al-Insyirah ayat 3, menunjukkan lam sakinah yang harus dibaca jelas.
-
Lam Ta’rif:
- Pada lafadz "الْكِتَابِ" (Al-Kitaab) yang berarti 'buku', lam di sini adalah Lam Ta’rif yang menunjukkan bahwa kita berbicara tentang buku tertentu.
- Lafadz "الْحَمْدُ" (Al-Hamdu) dalam Surah Al-Fatihah ayat 1, menunjukkan penggunaan Lam Ta’rif yang mengacu pada pujian secara umum.
-
Contoh gabungan:
- Dalam kalimat "الْعَالِمُ" (Al-Alim) yang berarti 'ilmuwan', lam di sini adalah Lam Ta’rif yang digunakan untuk mendefinisikan ilmuwan tersebut.
- Ayat "الٰذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ" (Alladhina Utul Kitaba) dari Surah Al-Baqarah ayat 121, menunjukkan Lam Ta’rif yang digunakan untuk mendefinisikan orang-orang tertentu.
Dengan memahami hukum-hukum ini, kita dapat membaca Al-Qur'an dengan lebih baik dan tepat sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.